Love to live, and live to love

When it can be simple, keep it simple. When it can’t, make it simple!

Belajar dari Pemecah Batu

Ditulis oleh ardnahc di/pada 6 Oktober, 2008

Seorang pemecah batu hendak memecah batu besar dengan palu godamnya. Dia memukul batu itu sampai hitungan sembilan puluh sembilan kali tanpa terlihat tanda-tanda batu itu akan pecah. Hingga sampai pada pukulan keseratus kali akhirnya batu itu pun pecah juga.

Pertanyaannya adalah: “Apakah pecahnya batu itu disebabkan oleh pukulan yang paling akhir?”

Jawabnya, “Tentu tidak!!!” Pecahnya batu itu bukan disebabkan pukulan terakhir, tetapi oleh keseluruhan pukulan yang sebelumnya.

Masih ingat dengan refleksi pada tulisan saya beberapa waktu yang lalu, bahwa seorang thomas alva edison dalam melakukan percobaan menemukan bola lampu telah melakukan kegagalan 9999 kali? Apa yang thomas sampaikan waktu itu?

Yipz, pak thomas berkata, “Aku tidak gagal, justru aku telah berhasil membuktikan bahwa bahan mentah sebanyak 9999 jenis itu tidak cocok untuk digunakan lampu, oleh karena itu aku akan melanjutkan percobaan ini hingga aku menemukan bahan yang tepat.

Bagaimana dengan kita?

Alangkah banyaknya orang yang dalam usahanya gagal di tengah jalan, dan alangkah banyaknya pula yang putus asa dalam perjuangannya sebelum memetik buah hasil dalam waktu yang tidak lama lagi.

Apabila mereka tabah dan meneruskan sampai pukulan yang terakhir sesudah yang seratus pukulan, pasti mereka akan berhasil, bahkan dengan hasil yang lebih baik dari itu.

http://mustgatot.blogspot.com/2008/10/refleksi-belajar-dari-pemecah-batu.html

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>