Love to live, and live to love

When it can be simple, keep it simple. When it can’t, make it simple!

Tutup-tutupan…

Posted by ardnahc pada 22 Juli, 2008

Mengingat adanya bahasan di suatu milis beberapa waktu lalu, saya berniat mengangkatnya ke blog ini.hihihi… Masalahnya tentang razia warnet yang semakin marak belakangan ini. Mungkin ada pernah mendengar tentang cerita ini, yaitu penggunaan software bajakan yang (katanya) cukup tinggi persentase nya di Indonesia (katanya loh ya!). :p Beberapa warnet sih memang ada juga yang digunakan sebagai tempat main game alias game center. Banyak juga warnet/game center yang sudah beli lisensi windows kena razia juga. Hasilnya beberapa barang bukti (komputer di warnet tentunya!) dibawa ke markas, sebagai barang bukti.

Cukup banyak warnet-warnet di Indonesia yang dirazia dan banyak juga di antara mereka yang gulung tikar alias bangkrut (tutup). Ditambah lagi cukup banyaknya pemadaman listrik yang semakin menambah banyak warnet yang harus gulung tikar karena biaya investasi mereka harus bertambah karena banyaknya hardware yang rusak akibat pemadaman listrik. Sungguh menderita hidup di negara ini ya.

Belum lama juga, ada berita tentang penutupan warnet karena warnet biasanya digunakan oleh teroris untuk saling berkomunikasi. Di milis sih, ada ungkapan “Mau nangkep tikus?? bakar aja lumbungnya.” Lucu kan, mau nangkep teroris yang pake jasa warnet, tutup aja warnetnya. Jadi kan gak ada teroris lagi. Gampang kan? Itu salah satu langkah untuk menjegal teroris (ceritanya…). Lah terus anak-anak SMP, SMA, mahasiswa yang butuh internet sebagai bahan pelajaran/bahan kuliah gimana?? kena juga dong mereka. Padahal mereka kan gak ada hubungannya sama teroris.

Di Indonesia memang yang punya uang yang menang. Yang punya uang yang bisa membeli apa saja, orang bahkan hukum pun bisa dibeli oleh mereka. Orang kecil memang selalu jadi korban. Mau maju tapi selalu aja dihalangin. Warnet yang bisa jadi sumber pengetahuan, malah susah untuk bertahan hidup, apalagi untuk berkembang. Balik lagi ke sistem si Indonesia, orang yang punya kekuasaan emang biasanya nyari gampangnya aja buat nyelesein masalah. Supaya gak ada pornografi, seni pun dihajar. Supaya teroris gak make internet, warnet dihajar. Sekalian aja supaya gak ada suap menyuap di pemerintah, gak usah ada pemerintah. Supaya gak ada polisi yang disogok-sogok, gak usah ada polisi. Supaya gak ada teroris (yang biasanya pinter), gak usah ada sekolah. Supaya gak ada pembajakan software, gak usah ada komputer. Supaya gak ada yang tau bahwa orang yang punya uang kebanyakan bodoh (tapi banyak juga yang pinter), gak usah ada KPK jadi mereka gak keliatan bodoh (KPK udah mulai menunjukan kegunaanya setelah sekian lama). Supaya rakyat bisa sejahtera, gak usah ada pemerintah.hehehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: